Komandan koramil 406-03/Muara Rupit kapten inf M Assad Menghadiri Penanaman perdana jagung Hibrida oleh Bupati Muratara yang di wakili staf Ahli

Berita336 Dilihat

Lensa Garuda – Musi Rawas Utara.
Dalam upaya membuka lahan tidur dan lahan terlantar oleh pemerintah melalui Distannak kabupaten Muratara di peruntukan kepada Masyarakat guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk awal pembukaan lahan masih di bantu pemerintah sehingga nantinya masyarakat sudah mempunyai modal dasar dan mampu berdiri sendiri. Guna meningkatkan hasil pertanian, khusus nya ketahanan pangan di wilayah kabupaten Musi Rawas Utara.

Untuk saat ini kegiatan yang dilakukan masih di fasilitasi atau pun di dukung dari pemerintah daerah mulai membuka lahan, dengan mengunakan alat berat, bimbingan teknis, bibit, pupuk, racun serangga serta didampingi KUPT Pertanian sampai dengan saat panen.

Danramil 406-03/Muara Rupit Kapten Inf M. Assad secara langsung Menghadiri Kegiatan tersebut yang di buka oleh Bupati Muratara dalam hal ini di wakili oleh staf ahli perdana penanaman jagung hibrida Di Desa MAUR Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa, ( 28/11/2023).

Ada pun yang hadir dalam acara tersebut. Kadistanak, Dishub, Bank Sumsel Babel, Kadis LH, Danramil 406-03/Muara Rupit Kapten Inf M. Assad, Kapolsek Muara Rupit Iptu Khoiril, Kades MAUR Baru bapak Karely Ketua Bundes MAUR Baru beserta TPPKK desa Maura Baru. Tokoh Agama, TOMAS Desa MAUR Baru, Kepala BPP karang Jaya beserta seluruh PPL kecamatan Karang Jaya, Kepala BPP Rupit beserta seluruh PPL kecamatan Rupit,dan per Wakilkan Kelompok tani karya berserta Anggota,Tani Terusan hidayah berserta Anggota,Tani Karya Abadi berserta Anggota, tani Dhia beserta Anggota.

Dalam sambutan nya H Devi Suhartoni menegaskan ada tiga faktor yang harus di galakan, Masyarakat di Muratara merupakan petani dan banyak mewariskan lahan pertanian, kedua prediksi global akan adanya inflasi kenaikan harga beras dan kebutuhan pangan yang tinggi. Dan masyarakat harus memiliki sumber penghasilan tetap.

H devi Suhartono dalam sambutan nya juga menyampaikan Kita hidup dari petani, warisan lahan kita banyak, jangan sampai warisan itu dijual kepada perusahaan, sehingga masyarakat tidak lagi memiliki lahan pertanian lagi.kita harus bangkit dan tetap semangat mengolah lahan kita agar perekonomian kabupaten Muratara khususnya menjadi stabil dan tida membutuh kan ekspor melain kan menjadi pengespor,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan, kenaikan harga beras diprediksi akan terus terjadi, dan beras yang menjadi kebutuhan primer masyarakat akan dijual dengan harga yang sangat mahal. “Sektor pertanian akan memainkan peranan penting. Jadi kita punya program lengkap, untuk bantu masyarakat membuka lahan pertanian dan lahan terlantar,” tegasnya.

Mulai dari alat berat, operasional, operator, sampai upah petani, hingga distribusi hasil pertanian di berikan anggaran khusus. Agar lahan pertanian yang sudah di buka tetap terus berjalan.

“Disini kita tanam jagung, supaya tiap tiga bulan sekali kita panen. Dan akan saya monitor terus sampai berhasil. Jika semua sudah di fasilitasi pemerintah, tinggal masyarakat yang bertani harus menjalankan tugasnya dengan sungguh” tutupnya.

  1. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara, Ade Meiri Siswani Sp,Mp mengungkapkan di tahun 2023 ini akan membuka 40 hektar lahan terlantar, diantara nya 30 hektar di kecamatan Karang Jaya, dan 10 hektar di kecamatan Rupit. Untuk di kecamatan karang jaya, kita tanami jagung,” ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan ada 4 komoditi unggulan yang di prioritaskan, seperti padi, bawang merah, cabai dan jagung. Ke empat komoditi ini dianggap sangat urgen karena sering alami inflasi harga.

“di tahun depan ada target 50 hektar lahan terlantar yang akan di buka menjadi lahan pertanian. Dan semua pembiayaan membuka lahan gratis akan di tangung oleh pemerintah, namun dengan syarat kelompok tani, di kontrak terus produktif selama 3 tahun ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini untuk menjamin program berkelanjutan dan tidak hanya sekedar kegiatan seremonial. “Beliau juga menyampaikan Jangan sampai setelah lahan di buka dan baru panen satu kali Pertaniannya tidak jalan lagi. tetapi harus tetap berlanjut,” tutupnya.( Pendim 0406/Lubuklinggau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *