Danramil 406-03/Muara Rupit Menghadiri Penanaman perdana jagung Hibrida oleh Bupati Muratara yang di wakili staf Ahli

Berita639 Dilihat

Lensa Garuda – Musi Rawas Utara
Buka lahan tidur dan terlantar oleh pemerintah melalui Distanak kab. Muratara di peruntukan kepada Masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat saat ini awalnya masih di bantu pemerintah sehingga nantinya masyarakat sudah mempunyai modal dan berdiri sendiri serta meningkatkan hasil pertanian ketahanan pangannya.

Kegiatan ini di fasilitasi mulai membuka lahan dengan alat berat, bimbingan teknis, bibit, pupuk, racun serangga serta didampingi KUPT Pertanian sampai dengan panen.

Danramil 406-03/Muara Rupit Kapten Inf M. Assad Menghadiri Kegiatan tsb di buka oleh Bupati Muratara dalam hal ini di wakili staf ahli perdana penanaman jagung hibrida Di Desa MAUR Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa, ( 28/11/2023).

Ada pun yang hadir Oleh
staf Ahli Bupati Bapak Suhardiman, Kadistanak Bu Ade, Dishub, Bank Sumsel Babel, Kadis LH, Danramil 406-03/Muara Rupit Kapten Inf M. Assad, Kapolsek Muara Rupit Iptu Khoiril, Kades MAUR Baru bapak Karely Ketua Bundes MAUR Baru beserta TPPKK desa Maura Baru. Tokoh Agama, TOMAS Desa MAUR Baru, Kepala BPP karang Jaya beserta seluruh PPL kecamatan Karang Jaya, Kepala BPP Rupit beserta seluruh PPL kecamatan Rupit,dan per Wakilkan Kelompok tani karya berserta Anggota,Tani Terusan hidayah berserta Anggota,Tani Karya Abadi berserta Anggota, tani Dhia beserta Anggota.

H Devi Suhartoni di wakili oleh Staf Ahli Bupati Bapak Suhardirman menegaskan ada tiga faktor, Pertanian di Muratara harus di galakan, Masyarakat di Muratara merupakan petani dan banyak mewariskan lahan pertanian, kedua prediksi global akan adanya inflasi kenaikan harga beras dan kebutuhan pangan yang tinggi. Dan masyarakat harus memiliki sumber penghasilan tetap.

“Kita hidup dari petani, warisan lahan kita banyak, jangan sampai warisan itu dijual perusahaan. kita harus kembalikan semangat itu kita kembali,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati menyampaikan, kenaikan harga beras diprediksi akan terus terjadi, dan beras yang menjadi kebutuhan primer masyarakat akan dijual dengan harga yang sangat mahal. “Sektor pertanian akan memainkan peranan penting. Jadi kita punya program lengkap, untuk bantu masyarakat membuka lahan pertanian dan lahan terlantar,” tegasnya.

Mulai dari alat berat, operasional, operator, sampai upah petani, hingga distribusi hasil pertanian di berikan anggaran khusus untuk itu. Supaya, lahan pertanian yang sudah di buka tetap terus berjalan.

“Disini kita tanam jagung, supaya tiap tiga bulan sekali kita panen. Dan akan saya monitor terus sampai berhasil. Jika semua sudah fasilitas pemerintah, tinggal masyarakat yang bertani harus menjalankan tugasnya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara, Ade Meiri Siswani Sp,Mp mengungkapkan
Kita tahun ini 2023 membuka 40 hektar lahan terlantar, 30 hektar di kecamatan Karang Jaya dan 10 hektar di kecamatan Rupit. Untuk dilahan ini, kita tanami jagung,” ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan ada 4 komoditi unggulan yang di prioritaskan, seperti padi, bawang merah, cabai dan jagung. Ke empat komoditi ini dianggap sangat urgen karena sering alami inflasi harga.

“di tahun depan ada target 50 hektar membuka lahan terlantar. Dan semua pembiayaan membuka lahan gratis, namun dengan syarat kelompok tani, di kontrak terus produktif selama 3 tahun ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini untuk menjamin program berkelanjutan dan tidak hanya sekedar kegiatan seremonial. “Jangan sampai lahan di buka, baru panen satu kali. Pertaniannya tidak jalan lagi, tapi harus terus berlanjut,” tutupnya.( Pendim 0406/Lubuklinggau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *