BABINSA HADIRI KEGIATAN MONEV TERPADU TPPS TINGKAT KECAMATAN

Berita246 Dilihat

Lensa Garuda- MUSI RAWAS Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bergerak cepat dan tanggap dengan permasalahan stunting di wilayah khususnya di kecamatan muara Kelingi.

BABINSA Koramil 406-05/Muara Kelingi Serda Mimin Seperiologi hadiri undangan Dalam Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Dari Tim Percepatan Penurunan Stunting(TPPS) tingkat kecamatan. Di Aula kantor Camat Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Rabu(06/04/2022).

Untuk mencapai tersebut, maka semua pihak harus berkomitmen untuk melakukan aksi percepatan penurunan stunting.

Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Muara Kelingi di hadiri oleh Camat Muara Kelingi bpk Hendri Kesuma, Komandan Koramil di wakili oleh Babinsa Serda Mimin Seperiologi, Kapolsek di wakili IPDA Doris , Kabid KB Kabupaten bpk Irwansyah, Kapuskesmas beserta Bidan Desa sekecamatan Muara Kelingi, ibu PKK serta undangan lainnya.

Melalui penyuluhan Percepatan Penurunan stunting di kecamatan muara Kelingi di harapkan di mengerti oleh semua pihak. Sehingga anak anak di wilayah kecamatan muara Kelingi dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan gizi,”ujar Serda Mimin Seperiologi.

BABINSA Serda Mimin Seperiologi mengungkapkan “Mengenai Stunting ini tidak boleh bicara sendiri sendiri dan tim dari pusat juga harus terlibat dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat kecamatan.

Kami juga berharap agar tim dari kabupaten juga memperhatikan untuk penurunan angka Stunting di Kecamatan Muara Kelingi, bahwa aksi percepatan penurunan stunting ini harus serius benar dilakukan oleh semua pihak baik pimpinan daerah,rumah sakit, perguruan tinggi, camat, kepala desa, kepala puskesmas, organisasi profesi dan juga media masa”, ungkapnya.

Untuk itu, kegiatan Posyandu yang ada di desa-desa harus kembali digerakkan dan mendapatkan perhatian yang lebih serius bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pemberian informasi gizi kepada ibu-ibu harus terus dilakukan sebab jika stunting dibiarkan maka anak menjadi tidak produktif dan bisa menjadi masalah sosial”Pungkas Serda Mimin Seperiologi.(Pendim 0406/Lubuklinggau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *