Kodim 0406 Lubuklinggau

TIM SOSIALISASI KARHUTLA MABES TNI LAKSANAKAN PENYULUHAN DI SMAN RAWAS ULU & MASYARAKAT DESA MANDI ANGIN

Kodim 0406
TIM SOSIALISASI KARHUTLA MABES TNI LAKSANAKAN PENYULUHAN DI SMAN RAWAS ULU & MASYARAKAT DESA MANDI ANGIN

Lensa Garuda - Muratara.
RAWAS ULU — Tim Sosialisasi Karhutla Markas Besar TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di SMAN Rawas Ulu, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Kamis, 3 September 2026.
 featured_19_20260903193628_5af06eef6a.jpg
Turut hadir Camat Rawas Ulu, Kepala Desa Mandi Angin, para tokoh masyarakat, guru, siswa-siswi SMAN Rawas Ulu, serta warga Desa Mandi Angin. Kepala Desa Mandi Angin menyampaikan sambutan dan apresiasi tinggi: “Kehadiran Tim Mabes TNI sangat berharga bagi kami. Penyuluhan ini membuka wawasan warga dan pelajar agar sadar bahaya Karhutla serta cara mencegahnya. Kami akan menyebarkan ilmu ini ke seluruh warga desa!”
 
Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI:
 
1. Kolonel Laut Tantawi — Ketua Tim
2. Kolonel Mar Maslan
3. Kolonel Kal Sutrisno
4. Kolonel Tek Tentyo
5. Kolonel Inf. Slamet
6. Letkol Restu Hidayat
7. Mayor CZI Epi Sugiyarto
8. Mayor Cek Alfian
9. Mayor CZI Handayani
 
Ketua Tim Kolonel Laut Tantawi menekankan: “Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab semua orang. Jangan membakar lahan sembarangan, waspadai puntung rokok, dan segera laporkan titik api sebelum meluas.”
 featured_19_20260903193718_346d2d03a7.jpg
 SESI TANYA JAWAB — SISWA & MASYARAKAT
 
🎓 DARI SISWA SMAN RAWAS ULU
 
Siswa 1: “Pak, kalau melihat api kecil di ladang, boleh kami padamkan sendiri atau harus lapor dulu?”
🎖 Kolonel Inf. Slamet: “Kalau api masih kecil dan aman, boleh padam dengan sapu lidi/kain basah bersama teman. Kalau api sudah besar/angin kencang, jangan dipaksakan — segera lapor ke Babinsa/Babinkamtibmas atau orang dewasa. Keselamatan kalian utama!”
 
Siswa 2: “Apa penyebab paling sering lahan di sini terbakar?”
🎖 Kolonel Kal Sutrisno: “Paling sering karena kebiasaan membakar sisa tanaman — angin berubah, api cepat menyebar. Juga puntung rokok dibuang sembarangan, sisa api unggun tidak padam, dan cuaca panas membuat rumput kering mudah terbakar.”
 
👥 DARI MASYARAKAT DESA MANDI ANGIN
 featured_19_20260903193937_5ad2349015.jpg
Warga 1: “Kalau tidak membakar lahan, bagaimana cara bersihkan kebun agar cepat siap tanam?”
🎖 Kolonel inf slamet Riyadi “Bisa gunakan sistem tumpuk — tumpuk ranting & sisa tanaman jadi kompos yang jadi pupuk. Atau kumpulkan di tempat aman jauh dari bangunan, bakar saat kelembaban tinggi dan diawasi ketat sampai benar-benar padam. Lebih aman & tanah jadi lebih subur!”
 
Warga 2: “Kalau ada kebakaran, info apa saja yang harus kami sampaikan saat melapor?”
🎖 Kolonel Tek Tentyo: “Sampaikan: lokasi jelas (desa, tanda tempat), perkiraan luas api, arah angin, dan apakah ada rumah/tanaman terancam. Info lengkap membuat tim cepat sampai & efektif bekerja.”
 featured_19_20260903194106_d137967791.jpg
Warga 3: “Kami warga biasa, apa yang bisa kami lakukan agar Karhutla tidak terulang?”
🎖 Kolonel Mar Maslan: “Jadilah pelopor: tidak membakar lahan, ingatkan tetangga, bantu jaga kebersihan kebun tanpa api, bentuk kelompok Masyarakat Peduli Api di desa, dan segera laporkan jika melihat titik panas. Semua kecil usaha bersama-sama sangat besar dampaknya!”
 
Kegiatan berjalan penuh antusias, siswa dan warga aktif bertanya menunjukkan kesadaran tinggi. Diharapkan penyuluhan ini membuat seluruh masyarakat Rawas Ulu bersatu menjaga wilayah tetap aman dari ancaman Karhutla.
 (Pendim 0406/Lubuklinggau).

Berita Terkait

24