Kodim 0406 Lubuklinggau

TIM SOSIALISASI KARHUTLA MABES TNI LAKSANAKAN PENYULUHAN DI SMAN RAWAS ULU

Kodim 0406
TIM SOSIALISASI KARHUTLA MABES TNI LAKSANAKAN PENYULUHAN DI SMAN RAWAS ULU

Lensa Garuda - Muratara.
RAWAS ULU — Tim Sosialisasi Karhutla Markas Besar TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di SMAN Rawas Ulu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Kamis, 3 September 2026.featured_19_20260903183020_730a55f254.jpg
 
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Turut hadir Camat Rawas Ulu, Kepala Desa Mandi Angin, para tokoh masyarakat, guru, serta seluruh siswa-siswi SMAN Rawas Ulu.
 
Kepala Desa Mandi Angin memberikan sambutan sekaligus apresiasi tinggi kepada Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI. “Kehadiran Bapak-bapak sekalian sangat berarti bagi kami. Penyuluhan ini membuka wawasan kami agar lebih sadar bahaya kebakaran lahan dan cara mencegahnya. Kami akan menyebarkan ilmu ini ke seluruh warga desa,” ujarnya.
 featured_19_20260903183116_f19247715d.jpg
Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI yang hadir:
 
1. Kolonel Laut Tantawi — Ketua Tim
2. Kolonel Mar Maslan
3. Kolonel Kal Sutrisno
4. Kolonel Tek Tentyo
5. Kolonel Inf. Slamet
6. Letkol Restu Hidayat
7. Mayor CZI Epi Sugiyarto
8. Mayor Cek Alfian
9. Mayor CZI Handayani
 
Ketua Tim Kolonel Laut Tantawi menekankan: “Pencegahan harus dari kesadaran diri sendiri. Jangan membakar lahan sembarangan, segera laporkan jika melihat api agar cepat ditangani.”
 
TANYA JAWAB — SISWA DAN TIM SOSIALISASI
 
🎓 Siswa 1:
“Pak, kalau kami melihat api kecil di ladang warga, boleh kami coba padamkan sendiri atau harus lapor dulu?”
 
🎖 Kolonel Inf. Slamet:
“Kalau apinya masih kecil dan aman, boleh bantu padam dengan alat sederhana — sapu lidi, ranting, atau kain basah. Tapi pastikan ada orang lain bersama kalian. Kalau api sudah besar atau angin kencang, jangan dipaksakan, segera lapor ke Babinsa, Babinkamtibmas, atau orang dewasa terdekat. Keselamatan kalian yang utama.”
 featured_19_20260903183149_41d693bdfd.jpg
🎓 Siswa 2:
“Apa penyebab paling sering lahan di sini terbakar? Apakah hanya karena membakar sampah?”
 
🎖 Kolonel Kal Sutrisno:
“Penyebab terbanyak memang kebiasaan membakar sisa tanaman untuk bersihkan lahan, lalu angin berubah arah dan api menyebar cepat. Ada juga puntung rokok dibuang sembarangan, sisa api unggun tidak dipadamkan, dan cuaca panas yang membuat rumput sangat kering — mudah sekali terbakar.”
 
🎓 Siswa 3:
“Sebagai pelajar, apa yang bisa kami lakukan supaya tetangga dan orang tua tidak lagi membakar kebun?”
 
🎖 Mayor CZI Epi Sugiyarto:
“Kalian bisa jadi pelopor pencegahan: ingatkan orang tua dan tetangga dengan sopan, ceritakan bahaya membakar lahan, ajak gunakan cara tumpuk kompos untuk sisa tanaman, dan jika ada yang membakar lahan besar, beranilah melaporkan ke pihak berwenang. Suara kalian sangat didengar oleh orang dewasa.”
 featured_19_20260903183233_9559aa3686.jpg
🎓 Siswa 4:
“Kalau kebakaran sudah terjadi, informasi apa saja yang harus kami sampaikan saat melaporkan?”
 
🎖 Kolonel Tek Tentyo:
“Sampaikan: lokasi jelas (desa, jalan, tanda tempat), luas perkiraan api, arah angin, dan apakah ada rumah/tanaman di sekitar terancam. Informasi yang jelas membuat tim pemadam cepat sampai dan bekerja lebih efektif.”
 
Kegiatan berjalan tertib dan penuh semangat. Para siswa sangat antusias bertanya, menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan penyuluhan ini membuat seluruh elemen masyarakat Rawas Ulu semakin bersatu mencegah Karhutla. (Pendim 0406/Lubuklinggau).

Berita Terkait

21